TOPIKPOST.COM – Panglima TNI Laksamana Yudo Margono mengungkapkan telah menemukan sejumlah titik lokasi penyanderaan pilot Susi Air Capt Philip Mark Mehrtens oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB).
Kendati begitu, Yudo menjelaskan operasi pembebasan Philip Mark Mehrtens bukan dengan militer.
Dia menilai hal tersebut berisiko terhadap keselamatan masyarakat.
ADVERTISEMENT
Baca Juga:
Jack Technology Luncurkan SmartLink Master di Vietnam
Dalian Menjadi Sorotan Global, Kota Ini Menjadi Tuan Rumah Summer Davos untuk Kesembilan Kalinya

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Yudo, pihak TNI-Polri dan pemerintah setempat tetap mengupayakan pembebasan secara persuasif agar Kapten Phillip bisa dibebaskan dengan aman, kondusif, dan masyarakat juga tidak terdampak.
Baca juga artikel penting lainnya di media online Teksnews.com – salah satu portal berita terbaik di Indonesia.
“Kalau saya menggunakan operasi militer pun juga bisa, menyerang secara militer saya bisa.”
Baca Juga:
ChinaMarket: Ujian Sesungguhnya Dimulai Saat Kontainer Tiba di Lokasi Proyek
Zendure Luncurkan Ekosistem Energi AI ZEN+ HOME di Ajang Intersolar 2026
Gravity Game Unite (GGU) Luncurkan OBT Kedua PC MMORPG “Ragnarok Zero: Global”
“Saya punya alat, punya prajurit yang profesional,” ujar Yudo Margono di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu 5 April 2023.
“Tapi nanti siapa korbannya? Masyarakat pasti sehingga kita usahakan secara persuasif mereka bisa kita bebaskan dengan aman, kondusif, dan masyarakat pun juga tidak terdampak karena mereka bersama sama terus dengan masyarakat dengan anak-anak,” sambungnya.
Yudo juga menjelaskan tidak ada tenggat waktu terkait pembebasan Kapten Phillip. Dia menilai penyanderaan ini berbeda dari yang lain, terutama soal lokasinya.
“Tidak ada tenggat waktu membebaskannya, karena memang tempatnya, ini lain. Jadi penyanderaan ini lain dengan yang lain. Yang disandera kan tau sendiri fotonya itu,” terangnya.***
Baca Juga:
Hisense Tampilkan Pesan “Innovating a Brighter Life” di FIFA World Cup 2026™
Taylor’s University Tempati Jajaran 1% Universitas Terbaik Dunia






