Kecurangan Terjadi dalam 5 Kali Penyelenggaraan Pemilu Terakhir, Mahfud MD Ungkap Pihak yang Curang

Avatar photo

- Pewarta

Selasa, 23 Mei 2023 - 09:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Mahfud MD. (Dok. Polkam.go.id)

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Mahfud MD. (Dok. Polkam.go.id)

TOPIKPOST.COM – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD menyebut potensi kecurangan yang disebutnya akan terjadi dalam penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

Bahkan Mahfud MD menyatakan bahwa kecurangan memang terjadi dalam lima kali penyelenggaraan Pemilu terakhir.

Mahfud MD juga mengaku pihaknya sudah sempat berpesan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI maupun Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI untuk bersiap-siap menghadapi gugatan kecurangan pemilu.

“Pemilu pasti diwarnai kecurangan, yang kemarin dan yang besok,” kata Mahfud MD di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Selasa, 22 Mei 2023.

“Oleh sebab itu saya bilang ke Pak Hasyim (Asy’ari, Ketua KPU RI) dan Bawaslu ketika datang ke kantor saya untuk siap-siap digugat karena Pemilu curang,” tutur Mahfud MD.

Baca artikel menarik lainnya di sini: Orang-orang Ngecap Dirinya Berkhianat, Gibran Rakabuming: Saya Kan Nggak Pernah Tidak Tegak Lurus

“Karena sudah lima kali Pemilu kita 1999, 2004, 2009, 2014, dan 2019 curang terus,” kata Mahfud MD menjadi pembicara kunci seminar.

“Tapi beda saudara yang curang sekarang itu adalah peserta pemilu sendiri, bukan pemerintah,” kata Mahfud MD di seminar Literasi Media dan Politik Jelang Pemilu 2024: Mitigasi Konflik SARA dan Penguatan Partisipasi Warga”.

Dlam lima kali Pemilu terakhir, Mahfud menyebut kecurangan terjadi antara rakyat dengan rakyat dan dilakukan oleh peserta Pemilu.

Mahfud mencontohkan modus kecurangan yang terjadi adalah peserta pemilu membayar orang tertentu di tempat pemungutan suara (TPS).

Tujuannya untuk memalsukan hasil pemungutan suara yang diserahkan ke kelurahan, kecamatan dan seterusnya.

“Sudah diakali sedemikian rupa, masih saja terjadi kasus-kasus seperti itu,” ucap Mahfud MD.***

Berita Terkait

Nasib Adies Kadir Setelah Dinonaktifkan Golkar: Gaji DPR Terhenti
Penyitaan Ijazah Jokowi Jadi Preseden Penegakan Hukum yang Transparan
Dari Jakarta Convention Center ke Istana: Drama Reshuffle Kabinet Merah Putih Akhirnya Tamat
Beginilah 5 Jalan yang Dilakukan Press Release untuk Lakukan Perbaikan Citra dan Pulihkan Nama Baik
Litbang Kompas Ungkap Sebanyak 84,7 Persen Rakyat Kecil Puas dengan Pemerintahan Prabowo
Pesan Megawati Soekarnoputri ke Ahmad Muzani, Salah Satunya Ucapan Terima Kasih kepada Prabowo
Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto Tak Ditahan Usai Diperiksa KPK Hampir 3,5 Jam Sebagai Tersangka
KPK Tanggapi Kritik Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri Soal Diminta Incar Kasus-kasus Korupsi Besar

Berita Terkait

Selasa, 9 September 2025 - 07:17 WIB

Nasib Adies Kadir Setelah Dinonaktifkan Golkar: Gaji DPR Terhenti

Kamis, 24 Juli 2025 - 08:25 WIB

Penyitaan Ijazah Jokowi Jadi Preseden Penegakan Hukum yang Transparan

Sabtu, 14 Juni 2025 - 06:40 WIB

Dari Jakarta Convention Center ke Istana: Drama Reshuffle Kabinet Merah Putih Akhirnya Tamat

Senin, 28 April 2025 - 09:05 WIB

Beginilah 5 Jalan yang Dilakukan Press Release untuk Lakukan Perbaikan Citra dan Pulihkan Nama Baik

Selasa, 21 Januari 2025 - 08:43 WIB

Litbang Kompas Ungkap Sebanyak 84,7 Persen Rakyat Kecil Puas dengan Pemerintahan Prabowo

Berita Terbaru