TOPIKPOST.COM – Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengunjungi PT PAL Indonesia untuk melakukan inspeksi.
Terkait dengan modernisasi atau refurbishment kapal di Dermaga Divisi Kapal Perang, Surabaya, Selasa 23 Januari 2024.
Dalam kesempatan itu, Prabowo menerima penjelasan mengenai progres perbaikan kapal yang dilakukan oleh PT PAL, dan sejumlah galangan kapal lain.
ADVERTISEMENT
Baca Juga:
TDConnex Raih Gelar “Leading Innovator of the Year — Electronics” dalam Ajang India MSME Awards 2026

SCROLL TO RESUME CONTENT
Seperti PT Batamec; PT Palindo Marine; PT Waruna Shipyard; dan PT Dok Bahari Nusantara yang dilakukan secara daring.
Program refurbishment 41 kapal atau disebut R41 ini dilaporkan telah mengalami perkembangan yang cukup bagus.
Baca artikel lainnya di sini : Prabowo Ingatkan Perairan Indonesia Jadi Incaran Banyak Pihak Saat Tinjau Progres Modernisasi 41 Kapal
Baca Juga:
Sunwoda Luncurkan Motorcycle Ultra-Fast Charging Battery: Daya Baterai Terisi 80% dalam 20 Menit
Daesang Tampil sebagai Pemimpin Industri Makanan Global di Ajang THAIFEX-Anuga Asia 2026
Yaitu sekitar 40 persen, di mana 25 kapal telah selesai diperbaiki badannya.
Menanggapi kemajuan tersebut, Prabowo optimis Indonesia akan memiliki kekuatan maritim yang diperhitungkan oleh negara-negara lain.
“Ini satu potensi, aset yang besar 41 kapal kalau di modernisasi di refurbish repowering, replating, ditambah persenjataan ampuh.”
Lihat juga konten video, di sini: Momen Prabowo Nostalgia Nyanyi The Beatles dan Rock 60an di Acara Alumni AS Relawan Erick Thohir
Baca Juga:
CGTN: Tiongkok dan AS Sepakati Visi Baru, Dorong “Hubungan Lebih Stabil dan Konstruktif”
Infrastruktur Digital Mempercepat Transformasi Cerdas di Industri Perkeretaapian
“Saya kira Indonesia akan punya kekuatan maritim yang diperhitungkan. Empat puluh satu kapal ini cukup besar,” ujar Prabowo.
Jenis kapal yang diperbaiki antara lain Fast Patrol Boat (FBB) Class; Parchim Class; PKR Class; Sigma Class; Bung Tomo Class; dan Corvette Fatahillah Class.
Kapal dimodernisasi untuk menambah kapabilitas sekaligus memenuhi minimum essential force (MEF) untuk operasi perang maupun selain perang.
“Terimakasih atas program refurbishment ini atau program peningkatan kemampuan kapal-kapal Angkatan Laut.”
“Diharapkan kalau kami lihat, seluruh kapal akan siap tempur. Terima kasih,” ujar Waaslog KSAL Laksma Maman Rohman.***







