TOPIKPOST.COM – Panglima TNI Laksamana Yudo Margono mengungkapkan telah menemukan sejumlah titik lokasi penyanderaan pilot Susi Air Capt Philip Mark Mehrtens oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB).
Kendati begitu, Yudo menjelaskan operasi pembebasan Philip Mark Mehrtens bukan dengan militer.
Dia menilai hal tersebut berisiko terhadap keselamatan masyarakat.
ADVERTISEMENT
Baca Juga:
CMEF 2026 Resmi Ditutup di Shanghai, Tampilkan Inovasi Medis Global dan Tren Industri Masa Depan
Terbitkan Laporan ESG 2025, Hikvision Dorong Pembangunan Berkelanjutan Lewat “Tech for Good”

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Yudo, pihak TNI-Polri dan pemerintah setempat tetap mengupayakan pembebasan secara persuasif agar Kapten Phillip bisa dibebaskan dengan aman, kondusif, dan masyarakat juga tidak terdampak.
Baca juga artikel penting lainnya di media online Teksnews.com – salah satu portal berita terbaik di Indonesia.
“Kalau saya menggunakan operasi militer pun juga bisa, menyerang secara militer saya bisa.”
Baca Juga:
For the Reasons that Matter: Kampanye Multi-Negara yang Menyoroti Kesehatan Pernapasan Dewasa
Dorong Revolusi Pangan Global, Teknologi “Food Processing” Jepang Tampil di Panggung Dunia
“Saya punya alat, punya prajurit yang profesional,” ujar Yudo Margono di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu 5 April 2023.
“Tapi nanti siapa korbannya? Masyarakat pasti sehingga kita usahakan secara persuasif mereka bisa kita bebaskan dengan aman, kondusif, dan masyarakat pun juga tidak terdampak karena mereka bersama sama terus dengan masyarakat dengan anak-anak,” sambungnya.
Yudo juga menjelaskan tidak ada tenggat waktu terkait pembebasan Kapten Phillip. Dia menilai penyanderaan ini berbeda dari yang lain, terutama soal lokasinya.
“Tidak ada tenggat waktu membebaskannya, karena memang tempatnya, ini lain. Jadi penyanderaan ini lain dengan yang lain. Yang disandera kan tau sendiri fotonya itu,” terangnya.***
Baca Juga:
Riset LPEM FEB UI: Pindar AdaKami Jadi Bantalan Saat Masyarakat Hadapi Tekanan Ekonomi
Dari Budaya Etnik Li hingga Asian Beach Games: Sanya Tampilkan Identitas Budaya Sambut Tamu Asia
Dahua Technology Luncurkan Laporan ESG 2025: Dorong Pembangunan Berkelanjutan lewat Inovasi Digital







