Tak Paksakan AHY Jadi Cawapres bagi Koalisi Parpol Baru, Partai Demokrat: Kalau Diajak Jadi Cawapres Ya Siap

Avatar photo

- Pewarta

Senin, 11 September 2023 - 05:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TOPIKPOST.COM – Partai Demokrat tidak memaksa untuk menawarkan sang Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjadi calon wakil presiden (cawapres) bagi koalisi yang baru.

Ketua Badan Pembina Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (BPOKK) Partai Demokrat Herman Khaeron menyampaikan di DPP Partai Demokrat, Jakarta, Sabtu, 9 September 2023.

“Kalau diajak jadi cawapres ya siap, tapi kalau pun tidak, kami lebih rasional untuk bergabung ke dalam koalisi ke depan.”

“Mengikuti apa pun yang sudah jadi kesepakatan dan komitmen,” kata Herman Khaeron.

Herman Khaeron yakin Partai Demokrat mampu menambah kekuatan untuk koalisi.

Baca artikel lainnya di sini: Songsong Perjalanan Politik Baru dengan Hati dan Niat Bersih, AHY: Beri Maaf kepada Siapa pun yang Menyakiti Kita

Menurut Herman Khaeron, partainya memiliki jaringan, kader, calon legislatif (caleg), hingga struktur dan elektabilitas yang tinggi.

“Bahkan punya elektabilitas tertinggi sebagai cawapres dan ini menjadi modal dasar untuk pemenangan siapa pun nanti koalisi ke depan,” ucap Herman Khaeron.

Partai Demokrat berpikir rasional dan tidak menentukan syarat tertentu dalam berkoalisi pascahengkang dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP).

“Demokrat berpikir rasional saja karena kalau kemarin mungkin ditanya ketika masih gabung dengan NasDem dan PKS, kami bisa menjawab: karena memang itu merintis dari awal.”

“Sehingga kemudian ada daya tawar, baik untuk portofolio maupun hal-hal lainnya,” ucap Herman Khaeron.

Herman Khaeron menjelaskan Partai Demokrat berpikir rasional karena saat ini mereka akan masuk dalam koalisi yang sudah terbentuk, yakni koalisi pendukung Ganjar Pranowo atau Prabowo Subianto.

“Tapi kan sekarang ini masuk dalam koalisi yang sudah terbentuk. Oleh karenanya, berpikir rasional saja.”

“Tentu kalau ada ruang yang terbuka dan dibicarakan apa yang secara rasional itu mungkin jadi porsinya Demokrat,” kata Herman Khaeron.***

Berita Terkait

Nasib Adies Kadir Setelah Dinonaktifkan Golkar: Gaji DPR Terhenti
Penyitaan Ijazah Jokowi Jadi Preseden Penegakan Hukum yang Transparan
Dari Jakarta Convention Center ke Istana: Drama Reshuffle Kabinet Merah Putih Akhirnya Tamat
Beginilah 5 Jalan yang Dilakukan Press Release untuk Lakukan Perbaikan Citra dan Pulihkan Nama Baik
Litbang Kompas Ungkap Sebanyak 84,7 Persen Rakyat Kecil Puas dengan Pemerintahan Prabowo
Pesan Megawati Soekarnoputri ke Ahmad Muzani, Salah Satunya Ucapan Terima Kasih kepada Prabowo
Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto Tak Ditahan Usai Diperiksa KPK Hampir 3,5 Jam Sebagai Tersangka
KPK Tanggapi Kritik Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri Soal Diminta Incar Kasus-kasus Korupsi Besar

Berita Terkait

Selasa, 9 September 2025 - 07:17 WIB

Nasib Adies Kadir Setelah Dinonaktifkan Golkar: Gaji DPR Terhenti

Kamis, 24 Juli 2025 - 08:25 WIB

Penyitaan Ijazah Jokowi Jadi Preseden Penegakan Hukum yang Transparan

Sabtu, 14 Juni 2025 - 06:40 WIB

Dari Jakarta Convention Center ke Istana: Drama Reshuffle Kabinet Merah Putih Akhirnya Tamat

Senin, 28 April 2025 - 09:05 WIB

Beginilah 5 Jalan yang Dilakukan Press Release untuk Lakukan Perbaikan Citra dan Pulihkan Nama Baik

Selasa, 21 Januari 2025 - 08:43 WIB

Litbang Kompas Ungkap Sebanyak 84,7 Persen Rakyat Kecil Puas dengan Pemerintahan Prabowo

Berita Terbaru