TOPIKNEWS.COM – Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (MenkopUKM) Teten Masduki menyebutkan penyebab utama inflasi di Indonesia lantaran kurangnya ketersediaan atau suplai bahan kebutuhan pokok khususnya pangan yang dibutuhkan masyarakat.
“Masih dari aspek suplay-nya, memang sumber pertanian kita masih mengandalkan teknologi yang sederhana, mengandalkan alam, dan yang kedua biaya produksi yang tidak murah,” kata Teten saat menjadi narasumber pada High Level Event (HLE) Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) Jatim Tahun 2023 di Surabaya, Jumat 17 Maret 2023.
Teten menegaskan untuk mengendalikan inflasi di Indonesia diperlukan sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
ADVERTISEMENT
Baca Juga:
Terbitkan Laporan ESG 2025, Hikvision Dorong Pembangunan Berkelanjutan Lewat “Tech for Good”
For the Reasons that Matter: Kampanye Multi-Negara yang Menyoroti Kesehatan Pernapasan Dewasa

SCROLL TO RESUME CONTENT
Artikel ini dikutip dari media online Infoekonomi.com, salah satu portal berita nasional terbaik di Indonesia. Terima kasih.
Teten mengungkapkan dengan biaya yang tidak murah tersebut, Presiden Joko Widodo telah memerintahkan Kementerian Koperasi dan UKM, untuk mengkonsolidasikan para petani kecil perorangan di daerah, dalam skala ekonomi koperasi.
Di mana koperasi menjadi agregator atau pengepul dan juga konsolidator petani.
Baca Juga:
Dorong Revolusi Pangan Global, Teknologi “Food Processing” Jepang Tampil di Panggung Dunia
Riset LPEM FEB UI: Pindar AdaKami Jadi Bantalan Saat Masyarakat Hadapi Tekanan Ekonomi
“Lalu terhubung kepada market, dan terhubung kepada pembiayaan. Akan didukung sistem pembiayaan, sehingga ada kepastian harga, kepastian market, kepada petani ini,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menuturkan, pihaknya memiliki jurus jitu dalam upaya pengendalian inflasi pangan, di antaranya adalah masif melakukan operasi pasar di berbagai daerah, serta menyiapkan showcase.
“Supaya kalau ada kebutuhan beras terutama, tidak usah lagi digerakkan dari Bulog terdekat, misalkan gudangnya dimana, gudangnya di mana, tapi showcase beras, minyak goreng, itu disiapkan di beberapa pasar yang memang kebutuhannya cukup signifikan,” ujarnya.
Sementara itu, acara High Level Event (HLE) Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) Jatim Tahun 2023 ini mengangkat tema Peningkatan Ketersediaan Pangan melalui Inovasi Teknologi Pertanian dan Digitalisasi yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia di Ballroom Grand City Surabaya.***
Baca Juga:
Dari Budaya Etnik Li hingga Asian Beach Games: Sanya Tampilkan Identitas Budaya Sambut Tamu Asia
Dahua Technology Luncurkan Laporan ESG 2025: Dorong Pembangunan Berkelanjutan lewat Inovasi Digital
CGTN: Awal yang Solid dalam Repelita Ke-15 Tiongkok, Apa Maknanya?







