TOPIKPOST.COM – Ketua Dewan Penasihat Partai Golkar Luhut Binsar Pandjaitan akhirnya menyatakan bersedia menjadi Ketua Umum Partai Golkar.
Namun Luhut mengajukan syarat, yaitu jika mendapat dukungan dari anggota partai beringin tersebut.
“Kalau didukung, mau,” kata Luhut Binsar Pandjaitan.
ADVERTISEMENT
Baca Juga:
Xinhua Silk Road: Pekan Budaya Digelar di Tiongkok Bagian Tenggara, Perkuat Hubungan Lintas-Selat

SCROLL TO RESUME CONTENT
Luhut Binsar Pandjaitan meluruskan bahwa dirinya tak memiliki masalah pribadi dan hanya akan menunggu keputusan partai.
Baca artikel lainnya di sini: Kejagung Jelaskan Ada atau Tidaknya Keterlibatan Airlangga Hartatarto dalam Perkara Tipikor Minyak Goreng
Hal itu terkait dengan santernya wacana yang menyebutkan dirinya ingin menggeser posisi Airlangga Hartarto.
Baca Juga:
Hisense Gelar Instalasi Interaktif Bertema RGB, Dukung Euforia FIFA World Cup 2026™ di New York
Luhut Binsar Pandjaitan juga tak ingin menyalahkan siapa pun, termasuk Airlangga Hartarto, teerkait soal elektabilitas partai yang menurun.
Seperti pada hasil survei Indikator Politik Indonesia, yaitu 9,2 persen berdasarkan survei tatap muka,
Menurut Luhut Binsar Pandjaitan, kondisi ini justru semestinya diisi dengan upaya perbaikan di tubuh Partai Golkar, dan elite partai memegang kendali besar dalam hal ini.
Namun Luhut Binsar Pandjaitan juga mengaku dirinya belakangan ini kerap didatangi senior-senior Partai Golkar.
Baca Juga:
Hisense Sambut FIFA World Cup 2026™ Lewat Inovasi RGB MiniLED
Pendapatan Lockton Meningkat Menjadi $4,5 Miliar Pada Tahun Fiskal 2026
“Airlangga itu teman baik saya, tidak ada masalah. Soal itu tadi (menjadi Ketum Partai Golkar) biarkan saja mekanisme mereka jalan.”
“Ya nunggu saja, tidak ada juga kepentingan yang menggebu-gebu di situ,” ujar Luhut Binsar Pandjaitan.
Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan tak ada kepentingan yang terlalu besar untuk menduduki jabatan tersebut.
Bahkan Luhut Binsar Pandjaitan tak tahu menahu siapa saja yang hendak maju.
Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan hal itu usai menghadiri Penandatanganan MoU Program HEAL di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura-kura Bali, di Denpasar, Selasa, 25 Juli 2023.***







